Mandira Halo saya Mandira, saya sangat tertarik dengan teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Yuk belajar !

7 Tempat Wisata Terbaik di Dieng yang Lagi Hits (2022)

7 min read

Tempat-Wisata-Terbaik-di-Dieng-yang-Lagi-Hits

Jawa Tengah dianugerahi oleh panorama alam yang surgawi. Apalagi, tempat-tempat yang terletak di dataran tinggi seperti Dieng. Saat membicarakan tentang destinasi dataran tinggi, kamu pasti tak dapat melupakan Dieng.

Terletak di Wonosobo dan Banjarnegara, Dieng terkenal karena banyaknya spot wisata yang terbentuk secara alami. Mulai dari gunung, telaga, kawah, semua bisa kamu temukan di Dieng. Keelokan alami ini juga ditunjang dengan masyarakat yang unik dan hasil produksi alam yang kaya. Ada dua hasil produksi yang terkenal dari Dieng, yakni kentang dan carica (pepaya). Ingin ide yang unik untuk liburan panjang? Berikut 7 rekomendasi tempat wisata terbaik di Dieng:

1. Kawah Sikidang

Kawah Sikidang (kredit gambar: instagram.com/fbyrsln/)
LokasiBakal Buntu, Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, jam 07.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk (HTM)Rp15.000,00
Rating ulasanMisalnya, 4,4/5.0 – 21.717 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng1 menit (8.0 m) via Jl. Kawah Sikidang
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataKawah yang berpindah-pindah, jembatan selfie

Nama Sikidang berasal dari keberadaan kolam magma yang kabarnya berpindah-pindah bak kijang, atau bahasa Jawanya kidang. Perpindahan ini terjadi setiap beberapa tahun sekali dan disebabkan oleh faktor alam.

Kawah Sikidang memiliki suhu 80-90° Celsius. Mendekati kawah, udara terasa hangat. Ini tentu merupakan kontras jika dibandingkan dengan suhu sekitar yang sangat dingin. Dari kawah, asap senantiasa mengepul ke udara, bak tempat-tempat fantasi di dalam film-film. Inilah yang menjadi tempat foto favorit para wisatawan.

Di area dekat kawah, terdapat kawah-kawah kecil seukuran kaki. Maka, pengunjung harus berhati-hati saat melangkah di sana. Jangan sampai terperosok. Karena, kawah-kawah mini ini agak panas. Beberapa pengunjung bahkan kerap mengetes panasnya dengan memasukkan telur untuk direbus.

Kawah Sikidang adalah salah satu dari beberapa kawah terkenal di Dieng. Namun, kawah ini cenderung tidak terlalu panas dibandingkan sebagian besar kawah di Dieng. Selain itu, kawah ini juga cenderung aman dari letusan material.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Kawah Sikidang adalah pada siang dan sore hari. Pemandangan kawah di tanah tandus yang dikelilingi bukit terlihat sangat jelas, termasuk dari jembatan coklat. Jembatan coklat ini merupakan spot selfie favorit karena cenderung aman dan kuat akan nuansa eksotis.

Selain itu, pada saat matahari masih bersinar, cukup aman untuk melangkah dan menghindari kawah-kawah kecil.

Anak-anak dapat mengunjungi Kawah Sikidang. Hanya saja, mereka membutuhkan pengawasan lebih. Tidak aman membiarkan anak-anak berlarian sendiri di Kawah Sikidang.

2. Bukit Sikunir Dieng

Bukit Sikunir Dieng (kredit gambar: instagram.com/bukitsikunir/)
LokasiKebun & Hutan, Sembungan, Kec. Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, jam 02.00-18.00 WIB
Harga tiket masuk (HTM)Rp10.000,00
Rating ulasanMisalnya, 4,7/5.0 – 13.280 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng4 menit (700.0 m) via Jl. Telaga Cebong
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataBukit sunrise dan sunset, Danau Cebongan, camping ground, gazebo

Bukit Sikunir adalah tempat paling terkenal di Dieng. Puncaknya adalah tujuan bagi para pelancong. Dari sana, mereka bisa melihat matahari terbit yang sempurna warnanya. Semburatnya tertoreh di langit yang biru dan berkabut. Seolah, Tuhan menuangkan cairan emas di atas kanvas agungnya. Kecantikan matahari terbit di Bukit Sikunir ini membuatnya terkenal dengan julukan Golden Sunrise.

Perjalanan ke puncak Bukit Sikunir cukup menyenangkan. Dari Desa Sembungan, kamu bisa menaiki transportasi umum atau malah kendaraan pribadi. Mudah, bukan? Nah, sebelum mencapai Bukit Sikunir, kamu akan menemukan Danau Cebongan. Danau yang luas dan jernih ini dipercantik oleh perbukitan yang ada di sekitarnya. Nah, di area danau ini, banyak wisatawan yang mendirikan kemah. Lahannya cukup luas dan bersih, sehingga mampu menampung ratusan tenda.

Jika beruntung, campers bisa melihat pemandangan Bimasakti di langit. Hamparan bintang-bintang pun terlihat jelas di langit malam yang bersih. Karenanya, area kemah Danau Cebongan kerap dijadikan sebagai lokasi berkumpul komunitas astronomi

Mendaki ke Bukit Sikunir, pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan yang spektakuler dari cahaya jingga matahari pagi. Ia memancar di antara puncak-puncak bukit dan gunung yang diselimuti oleh awan-awan bergumpal.

Jika berkunjung ke Puncak Sikunir, jangan lupa untuk membawa baju hangat. Suhu di sana berkisar antara 6-15° Celsius, cukup untuk membuatmu menggigil!

3. Gunung Prau

Gunung Prau (kredit gambar: instagram.com/basecamp_prau_dieng/)
LokasiBakulan, Dieng, Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, 24 jam
Harga tiket masuk (HTM)Rp15.000,00
Rating ulasanMisalnya, 4,8/5.0 – 2.811 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng28 menit (8.8 km) via Jl. Telaga Warna
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataPendakian, Bukit Teletubbies, camping ground, Taman Daisy

Bagi para pendaki gunung, jangan lewatkan kesempatan untuk mendaki Gunung Prau saat mampir ke Dieng.

Dengan tinggi 2.565 m, ia memanggil para pencinta tantangan. Jangan ditanya dinginnya udara di puncaknya. Namun, hal itu selaras dengan keindahan yang akan kamu dapatkan.

Pendakian ke Gunung Prau membutuhkan waktu yang berbeda. Hal itu tergantung jalur yang kamu pilih. Berikut adalah dua pilihan jalur pendakian Gunung Prau:

  • Jalur utara: Lewat Desa Genting Gunung, Desa Kenjuran, dan Desa Balong yang ada di Sukoreja. Waktu tempuh kurang lebih 4-5 jam dari desa.
  • Jalur selatan: melewati Patak Banteng atau Dataran Tinggi Dieng. Waktunya relatif singkat, yakni sekitar 2-3 jam.

Untuk pemula, disarankan mengambil jalur selatan yang notabene cepat. Namun, jika kamu sudah cukup profesional, paham medan dan ingin menghabiskan banyak waktu di sana, kamu bisa mengambil opsi pertama. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca ulasan lengkap keenam jalur pendakian Gunung Prau di sini.

Gunung Prau memang terkenal akan keindahannya. Maka, selama mendaki, jangan lewatkan beberapa hal ini:

  • Bukit Teletubies

Dinamai sesuai dengan tempat tinggal Teletubbies, ia terletak di puncak Gunung Prau. Tempat ini terdiri atas kumpulan bukit-bukit hijau yang rapi dan subur. Beberapa titiknya diperindah dengan tumbuhnya bunga-bunga Daisy yang berwarna putih.

  • Menikmati Hamparan Bintang

Jangan lewatkan momen untuk berkemah di sana. Gunung Prau terkenal akan pemandangan hamparan bintang yang begitu cerah dan jelas. Bertabur di langit malam, ia dapat dinikmati oleh mata telanjang, menerangi para pendiri tenda yang berkemah di Bukit Teletubies.

  • Memandang Sunrise dan Sunset

Bisa dibilang, harta paling berharga dari Dieng adalah mentari terbit dan tenggelamnya. Warnanya merona oranye seperti kuning telur setengah matang. Ia terhampar di langit abu-abu cerah, menimbulkan kontras warna megah nan elok.

Gunung Prau cenderung bersahabat bagi pendaki pemula. Terlebih, keindahan alamnya begitu unik. Jadi, saat ke Dieng, sebaiknya jangan lewatkan kesempatan ini.

4. Candi Arjuna

Candi Arjuna (kredit gambar: instagram.com/candiarjunadieng/)
LokasiKarangsari, Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, 07.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk (HTM)Rp20.000,00
Rating ulasanMisalnya, 4,6/5.0 – 11.814 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng7 menit (1.7 km) via Jl. Kawah Sikidang and Jl. Arjuna Barat
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataAcara kultural potong rambut (sesuai event), hamparan rumput hijau, candi, pemandangan bintang

Dieng juga memiliki wisata bersejarah. Ya, Candi Arjuna merupakan kompleks candi yang tua dan sarat nilai historis. Ia dibangun pada abad ke-8, di masa Dinasti Sanjaya.

Selain menjadi kompleks candi tertua di Dieng, ia juga kompleks candi terluas. Luasnya adalah satu hektar dengan lima candi, yakni:

  • Candi Arjuna
  • Candi Semar
  • Candi Srikandi
  • Candi Puntadewa
  • Candi Sembadra

Candi ini pertama kali ditemukan oleh tentara Belanda bernama Thedorf van Elf pada tahun 1814. Pada saat ditemukan, ia dipenuhi genangan air. Maka, pada tahun 1856, HC. Cornelius memprogramkan pemeliharaan candi.

Selain penuh nilai sejarah, candi ini juga memiliki daya tarik kultural. Ja adalah lokasi pemotongan rambut anak gimbal dari Dieng.

Ya, ada yang unik dari kebudayaan masyarakat Dieng. Pada setiap generasi, ada beberapa anak yang terlahir gimbal.

Masyarakat Dieng percaya bahwa anomali anak-anak berambut gimbal adalah titipan Nyai Roro Ronce, abdi Nyi Roro Kidul yang bertugas menjaga Dataran Tinggi Dieng. Ia digambarkan memiliki rambut gimbal.

Nah, lada momen Dieng Culture Festival, rambut anak-anak ini akan dipotong di candi untuk menolak bala. Momen penuh budaya ini sebaiknya tak kamu lewatkan.

Seperti beberapa titik di Dieng, dari Candi Arjuna, kamu bisa melihat hamparan bintang. Bintang-bintang itu memberikan terang pada candi-candi yang hingga kini masih menjadi tempat peribadatan umat Hindu. Karena sakral, maka, kenakan busana rapi saat berada di kompleks candi, dan jangan berisik saat ada orang yang beribadah.

5. Batu Pandang Ratapan Angin

Batu Pandang Ratapan Angin (kredit gambar: instagram.com/sindiwati_/)
LokasiTheater, Jl. Dieng, Dieng, Kec. Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, 06.00-17.30 WIB
Harga tiket masuk (HTM)Rp10.000,00
Rating ulasanMisalnya, 4,7/5.0 – 6.271 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng19 menit (5.5 km) via Jl. Sembungan
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataBatu ratapan angin, panorama alam, flying fox

Disebut Batu Pandang, karena ia merupakan batuan tempat pemandangan alam Dieng dan Telaga Warna bisa dinikmati dengan jelas.

Destinasi wisata ini terletak sekitar 27 km dari Wonosobo dan terdiri atas dua batuan besar. Garis besar panorama alam Dieng yang indah seolah bagai sajian lukisan saat kita duduk di sana. Sepoi-sepoi angin pun menemani.

Ada dua alasan mengapa ia disebut “Ratapan Angin”. Yang pertama, suara embusan angin di sana bak suara rintihan yang menyedihkan. Yang kedua, legenda yang menyertai tempat tersebut.

Konon, dua buah batu itu terbentuk dari tragedi antara putri dan pangeran. Sang putri mengkhianati cinta antara mereka berdua dan justru berduaan bersama pria lain. Kemudian, putri tersebut malah berniat menghabisi pangeran. Kesaktian pangeran yang mandraguna mengubah mereka berdua menjadi batu yang kini disebut sebagai Batu Ratapan Angin.

Terlepas dari sejarahnya yang menyedihkan, tempat ini sangat menyenangkan. Bukan hanya batuan saja, ada beberapa fasilitas menarik yang dapat kamu nikmati di sini, antara lain:

  • Gubuk untuk beristirahat
  • Warung makan
  • Toilet
  • Musala
  • Flying fox

Jika kamu ingin mengetes adrenalin, cobalah untuk naik wahana flying fox. Kamu bisa merasakan sensasi melayang di atas dataran tinggi Dieng. Memang sedikit mendebarkan, tetapi seru dan pemandangan indah bisa terlihat semakin jelas!

6. Telaga Warna

Telaga Warna (kredit gambar: instagram.com/andreakatsuki/)
LokasiDieng, Kec. Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, 07.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk (HTM)Rp15.000,00
Rating ulasanMisalnya, 4,6/5.0 – 936 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng5 menit (1.4 km) via Jl. Kawah Sikidang
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataTelaga warna, bukit-bukit, gua

Dari namanya, tentu kamu sudah bisa menebak jika ia memiliki warna yang beragam. Menurut mitos, konon ada cincin sakti milik bangsawan yang jatuh ke dalamnya. Kekuatan cincin dapat memancarkan banyak cahaya, mengubah warna dari telaga.

Namun, tentu saja ada penjelasan ilmiahnya. Menurut para ahli, endapan belerang di dasar telaga memang cukup besar. Endapan itu terkena pembiasan cahaya dan memengaruhi warna kolam.

Ada empat perubahan warna yang ada di telaga, yakni hijau, biru laut, putih kekuningan, dan warna pelangi. Keunikannya membuat banyak orang menjadikannya lokasi swafoto terbaik. Untuk mendapatkan foto dari seluruh sisi, kamu bisa menaiki bukit yang mengelilingi telaga ini. Buat yang mau bersantai, di dekat telaga juga tersedia gubuk-gubuk sederhana.

Sederet gua menarik di dekat telaga juga dapat dijadikan opsi wisata. Misalnya, Gua Semar. Di depan gua ini ada arca atau patung wanita pembawa kendi. Di dalamnya, terdapat kolam yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Ada pula gua lain yang kerap dijadikan lokasi menyepi dan meditasi.

Telaga Warna adalah sumber penghidupan bagi masyarakat. Pertama, ia mampu meningkatkan devisa daerah melalui kegiatan turisme. Yang kedua, airnya juga merupakan sumber irigasi tanaman kentang.

Jangan lewatkan lokasi wisata ini saat pergi ke Dieng. Persiapkan kendaraanmu dan pastikan dalam kondisi prima karena jalan yang menanjak. Selain itu, rute ke sana juga berbatasan langsung dengan jurang. Jadi, berhati-hatilah saat menyetir, ya!

7. Candi Gatotkaca

Candi Gatotkaca (kredit gambar: instagram.com/achmad_noer_cholis/)
LokasiDieng Kulon, Batur, Karangsari, Dieng Kulon, Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah (Cek di Google Maps)
Jam bukaSetiap hari, 24 jam
Harga tiket masuk (HTM)Rp10.000,00 (weekend) Rp15.000,00 (weekdays)
Rating ulasan4,4/5.0 – 848 ulasan Google.
Rute menuju tempat wisata dari kota Dieng6 menit (1.6 km) via Jl. Kawah Sikidang and Jl. Arjuna Barat
Objek wisata menarik di sekitar tempat wisataCandi, area makan, taman, museum Kailasa

Dilihat dari coraknya, candi ini merupakan candi peninggalan Hindu pada awal penyebarannya di Jawa. Letaknya tidak terlalu jauh dari Candi Arjuna, sekitar 300 meter. Candi ini tetap berdiri tegak di antara beberapa situs candi yang sudah runtuh. Misalnya, seperti Candi Petruk, Candi Nakula, dan Candi Sadewa. Ada beberapa hal yang menyebabkannya yakni faktor alam dan faktor eksternal, seperti pengambilan batu candi guna membangun rumah/penjarahan batu.

Di bagian dalam bilik candi, terdapat yoni serta tempat untuk lilin. Lilin ini digunakan untuk menerangi bangunan. Sementara itu, pada bagian pertengahan di bagian utara, timur, dan selatan ada cekungan yang berfungsi sebagai bilik penampil.

Akses ke candi ini sangat mudah. Bahkan, kamu tidak perlu berjalan jauh dari tempat parkir. Selain melihat candi untuk keperluan napak tilas sejarah, dari sana, kamu bisa memandangi panorama yang luas. Pedesaan dan bukit-bukit yang lebih rendah terlihat dari sana. Bagian tamannya pun cukup lapang untuk duduk-duduk dan berfoto.

Di kompleks candi ini, ada banyak pedagang yang menjajakan makanan, oleh-oleh, dan cendera mata. Harganya cukup terjangkau dan bisa dijadikan peneman wisata. Selain itu, di seberang candi juga ada Museum Kailasa yang menyimpan arca-arca yang ditemukan bersamaan dengan candi ini.

Dieng memberikan opsi wisata yang menyejukkan sekaligus sarat akan edukasi. Kamu bisa datang pada hari biasa jika ingin suasana yang agak sepi. Namun, jika kamu ingin merasakan kemeriahan pesta rakyat di dataran tinggi, datanglah saat ada event. Di Dieng, banyak digelar event yang memadukan budaya populer, keindahan panorama, dan budaya asli Dieng. Contoh yang paling terkenal adalah Dieng Culture Festival lengkap dengan pertunjukkan jazz. Jadi, kapan mau mampir ke Dieng?

Mandira Halo saya Mandira, saya sangat tertarik dengan teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Yuk belajar !